EDISI 8
Bedah
Buku “Islam dan Kebudayaan Jawa”
Dalam
Rangka Harlah IPNU Ke-67 dan IPPNU Ke-66
“Jika kamu bukan seorang Raja, bukan juga seorang
Ulama Besar maka: menulislah.” Begitulah, kata Imam Al Ghazali. Hal ini senada
dengan pesan dari seorang Penulis buku “Islam dan Kebudayaan Jawa,” beliau
berpesan kepada pemuda pemudi tentang keistimewaan menulis.
“ Karena dengan menulis walaupun toh kita bukan anak
dari seorang tokoh eksistensi, diri kita bisa terjunjung sebab tulisan,” begitulah pesan yang disampaikan beliau.
Pada Sabtu, 6 Maret 2021 telah dilaksanakan kegiatan
Bedah Buku dengan tema “Menumbuh kembangkan budi pekerti pelajar NU melalui
pembudayaan ekosistem Organisasi yang diwujudkan dalam literasi, agar mereka
menjadi pembelajar sepanjang hayat.” kegiatan ini dilaksanakan di SMP Ar Roudloh
Jegulo. Kegiatan ini diadakan dengan sasaran peserta dari Komisariat, Ranting,
dan umum. Alhamdulillah terdapat kurang lebih 40 peserta yang hadir dalam
memeriahkan acara tersebut.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu
Indonesia Raya, Mars IPNU IPPNU, dan Shubbanul Waton. sambutan, acara inti,
penutup dan doa.
Ketua PAC IPNU, M Dhofar menyampaikan sambutan dalam
acara Bedah Buku tersebut.”Bedah Buku ini merupakan rangkaian acara pertama dari
acara “Peringatan Harlah IPNU Ke- 67 dan IPPNU Ke-66. Dimana, semoga dengan adanya
kegiatan ini dapat menambah ilmu tentang isam dan relasi kebudayaan jawa.”
Dalam kegiatan Bedah Buku ini dibawakan oleh Bapak
Rinwanto.S.Sy.MH. beliau adalah seorang penulis, kelahiran Tuban, 30 Agustus
1991. Beliau sebagai penulis buku ini menyatakan bahwa berbicara Islam dan
kebudayan maka Indonesia tidak bisa mengabaikan unsur keberagaman
(multicultural), dalam keberagaman tersebut terapat Islam dan kebudayaan
(peradaban).
Terdapat beberapa kesimpulan dalam kegiatan Bedah Buku ini diantaranya: Nikah malam songo tersebut dianjurkan karena merupakan hari baik untuk melangsungkan pernikahan dan itu sejalan dengan tujuan hukum islam yaitu untuk mewujudkan kemaslahatan dan menghindari kemushlorotan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat jegulo masih mempertahankan tradisi nikah malam songo yaitu adanya fanatisme, rendahnya faktor pendidikan, budaya dan loyalitas yang masih tinggi pada sesepuh, hubungan antara islam dan budaya jawa bagaikan dua mata sisi uang yang terpisahkan yang secara bersama-sama menentujan nilai mata uang tersebut. Pada suatu sisi Islam yang datang dan berkembang di Jawa dipengaruhi oleh kultur jawa semestara disisi lain budaya jawa makin dipercaya oleh kasanah Islam.
Ttd Media PAC Ipnu Ippnu Soko

Komentar
Posting Komentar